Ospek yang Bermakna Tanpa Perpeloncoan

Perpeloncoan di dunia pendidikan menurut saya,saya kurang setuju dengan perpeloncoan itu sendiri,apa penyebabnya? Karena selama ini perpeloncoan selalu mengandung unsur kekerasan baik fisik maupun mental,tidak heran banyak siswa maupun mahasiswa yang tidak sanggup menghadapi masa orientasi hanya karena perpeloncoan tersebut,kenapa perpeloncoan saat ini masih ada? Karena budaya masyarakat yang menganggap bahwa itu merupakan tradisi dan pemerintah yang kurang tegas dalam menanggapi hal tersebut. Mengapa perpeloncoan itu diadakan? Karena sering kali perpeloncoan ini disamakan dengan latihan kedisiplinan dan latihan mental agar menjadi pribadi yang kuat,tetapi kenyataannya adalah perpeloncoan itu sendiri adalah sarana balas dendam senior kepada juniornya.
Bagaimana cara menghentikan perpeloncoan?
Hal yang utama adalah melapor dan menjelaskan dampak negatif dari perpeloncoan kepada pihak yang berwenang.
Siapa saja yang terlibat apabila perpeloncoan mengandung unsur kekerasan? Tentu saja korban yakni peserta didik junior dan pelaku yaitu peserta didik senior,kemudian masalah tersebut sampai kepada pihak guru ataupun dosen bahkan sampai pihak orangtua dan kepolisian.
Kapan perpeloncoan ini diadakan? Saat peserta didik baru memulai pendidikan di jenjang yang lebih tinggi dari jenjang sebelumnya.
Dimana perpeloncoan itu diadakan? Perpeloncoan diadakan di tingkat sekolah menengah maupun di tingkat universitas.
Kesimpulannya adalah masa orientasi yang baik adalah masa orientasi yang mendidik calon peserta didik dengan cara yang baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku bukan dengan perpeloncoan sehingga orientasi itu akan memberikan dampak positif seperti kedisiplinan dan peningkatan mental dalam menghadapi tekanan serta peserta didik pun menikmati dan menjalani kegiatan tersebut sampai penutupan orientasi dengan lancar dan tertib.
Itulah yang di terapkan di MAPEKA (Masa Pengenalan Kampus) Sekolah Tinggi Teknologi Garut 2015.

Tidak ada komentar :
Write komentar

Arsip